Diikuti 37 Negara, Konferensi Internasional Olahraga di UNJ Peroleh Rekor MURI

0 276

Jakarta – Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bekerja sama dengan Foundation for Global Community Health (GCH) melalui Sekretaris Jenderal Susilo, D.Ed menggelar Virtual International Conference of Physical Education and Sports Science ke-6 (6th Virtual ICPESS 2021). Virtual ICPESS ke-6 ini diadakan pada tanggal 10-13 Juni 2021 di Jakarta.

Tahun ini adalah kali kedua UNJ menjadi tuan rumah konferensi internasional ICPESS. Pada 2015 lalu, UNJ telah menyelenggarakan ICPESS ke-6 dengan tuan rumah Fakultas Ilmu Olahraga (FIO) UNJ . Jika gelaran perdana dihadiri, 24 negara dari 3 benua, ICPESS ke-6 kali ini menghadirkan 76 pembicara terbaik dari 37 negara dari ddikuti 259 peserta dari 5 benua. Alhasil, banyaknya peserta konferensi ini membuat gelaran ICPESS ke-6 mendapatkan Rekor MURI.

Selain tuan rumah, Indonesia, pembicara dan peserta berasal dari Amerika Serikat, Singapura, Spanyol, Jerman, Israel, Turki, Belgia, dan China. Juga, Pakistan, Kanada, Rumania, Selandia Baru, Ethiopia, Afrika Selatan, Filipina, Bulgaria, India, Malaysia, Inggris, Kosa Rika, Brasil, Rusia, Lithuania, Hong Kong-China, Serbia, Kolombia, Slovakia, Arab Saudi, Thailand, Taiwan, Nigeria, Prancis, dan Vietnam.

ICPESS ke-6 mengusung tema `Active Living Through Exercise and Sports Science: Future Trend For Global Creativity and Sustainability`, yang dimaksudkan mendukung 17 United Nation Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga, yakni Health and Well-Being dan Quality Education.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan ICPESS sangat mendukung tataran kehidupan baru (new normal), dalam rangka menyongsong kebangkitan olahraga nasional untuk meraih prestasi dunia. Hal itu tidak terlepas dari unsur penting olahraga sebagai instrumen menyehatkan kehidupan bermasyarakat.

“Olahraga juga merupakan produk sosial dan budaya yang memiliki makna nyata bagi individu, komunitas, dan masyarakat. Melalui olahraga terbentuklah masyarakat sehat dan sportivitas,” terang Menpora.

Dia sekaligus menegaskan pentingnya sport science sebagai unsur penting dalam perkembangan olahraga. Hal itu juga akan memperkuat posisi prestasi Indonesia di kancah internasional. Menpora Amali berharap pemikiran yang lahir dari penelitian para ahli dalam konferensi ini dapat memperkuat kebijakan pemerintah dalam bidang keolahragaan.

Rektor UNJ, Prof. Komarudin menyebut ICPESS memiliki kontribusi besar dalam menyiapkan SDM unggul, terutama dalam menjawab tantangan masa depan. “Pendidikan di abad 21 bersandar pada empat elemen utama yaitu sikap kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Dengan begitu, pendidikan tidak hanya berbasis pengetahuan, tapi juga keterampilan. Konferensi ini melahirkan ide dan gagasan yang berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan di bidang keolahragaan dan sport science,” papar Komarudin.

Senada dengan itu, Direktur Program Pascasarjana UNJ Nadiroh menuturkan bahwa konferensi ini bertujuan penting tidak hanya fisik, tetapi juga mental sebagaimana adagium `dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat`.

Hal tersebut menjadi landasan untuk membangun SDM Indonesia yang kompeten, karena olahraga juga membangun jiwa kejujuran dan sportivitas.

“Acara ini juga sangat bermanfaat karena menyatukan para sarjana akademis terkemuka, kelompok ilmuwan dan praktisi multi-disiplin dari seluruh dunia untuk mempresentasikan dan bertukar ide yang berkaitan dengan pendidikan jasmani dan ilmu olahraga,” ujar Nadiroh.

Founder ICPESS, Prof. Dr. Ming-Kai Chin mengapresiasi UNJ sebab bersedia menjadi tuan rumah konferensi internasional virtual bersejarah keenam itu, yang berupaya membahas mengenai profesi pendidikan jasmani dan ilmu olahraga selama pandemi Covid-19.

“Pekerjaan perencanaan dan pengorganisasian berjalan dengan baik, dipandu oleh dan dibangun di atas keberhasilan konferensi sebelumnya dengan rata-rata kehadiran lebih dari 300 delegasi lokal dan internasional dari 30 negara,” kata Ming-Kai China.

Dia menambahkan bahwa konferensi ini menegaskan kembali pentingnya hidup aktif melalui dukungan ilmu olahraga dengan kreativitas dan keberlanjutan. Ada kebutuhan yang muncul dan terus menerus untuk menyesuaikan pendekatan antar-disiplin, teori ke praktik untuk menciptakan komunitas yang sehat melalui model holistik sehingga tujuan ini dapat dicapai.

Konferensi virtual selama empat hari dirancang untuk untuk memfasilitasi ide, inovasi, dan interaksi dengan peneliti dari seluruh dunia. ICPESS telah membumikan tradisi terbaik dari keunggulan akademik, kreativitas, dan perspektif global sebagai ciri khas. Dalam konferensi ini 44 artikel terpilih akan dipublikasi di The Journal of Physical Education and Sport (JPES) yang terindeks Scopus.

Leave A Reply

Your email address will not be published.