Film Olahraga Bisa Bangkitkan Nasionalisme dan Promosikan Daerah

0 339

JAKARTA – Film bertema olahraga yang mengangkat patriotisme atlet dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme di kalangan anak-anak dan generasi muda. Selain itu, jika dikemas dengan baik, juga bisa menjadi sarana untuk mempromosikan daerah.

“Film olahraga bisa bangkitkan nasionalisme, membangun gairah cinta Indonesia,” ujar Produser Alenia Pictures, Ari Sihasale saat Diskusi Panel bertema Menjawab Tantangan Industri Olahraga di Era Diserupsi yang digelar Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) di Hotel BW Senayan, Jakarta, Kamis (9/13).

Film King yang digarap Alenia Pictures dan didukung Djarum Foundation dekade lalu, terbukti mendapat perhatian luas dari banyak kalangan. Kegitan Nobar digelar digelar dimana-mana, bahkan sampai ke Australia dan menggugah rasa nasionalisme WNI yang tinggal di sana. Hal ini juga membuktikan bahwa film olahraga mampu berfungsi sebagai sport diplomacy.

Selain itu, lanjut Ale, film juga bisa menjadi sarana mempromosikan daerah dan potensinya, terutama destinsi wisata. Saat menggarap film King misalnya, Ale mencontohkan, shooting juga dilakukan di daerah Ijen, Banyuwangi yang merupakan asal pebulutngkis Liew Swie King.

Bersama LPDUK, Alenia Pictures ingin menghadirkan banyak film bertema olahraga. “Tahun depan, tunggu hadirnya film bertema olahraga dari kami bersama LPDUK,” tukas Ale.

Pakar Olahraga yang menjadi Panelia Diskusi ini, Dr. Bidawi Hasyim, M.Si mengatakan, kehadiran film olahraga juga berpotensi menjadi pendorong minat anak untuk berolahraga. Apalagi, anak-anak sekarang suka lihat video. Usia 3 tahun sudah nonton Youtube. Sehingga media film lebih memiliki dampak luar biasa daripada buku.

Kemajuan teknologi juga membuat kehadiran film olahraga bisa dengan mudah dipromosikan dengan cepat dan massif.

“Sekarang ini, tidak hanya orang kota yang menikmati tayangan video (lewat di handphone–red), smartphone juga sudah sampe ke pelosok desa,” kata Bidawi.

Diskusi Panel merupakan bagian dari Kegiatan FGD bertema “LPDUK Menjawab Tantangan Industri Olahraga di Era Disrupsi. Kegiatan secar Hybrid (offline dan online) ini dibuka oleh Sekretaris Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Marheni Dyah Kusumawati didampingi Plt. Direktur LPDUK Firtian Judiswandarta dengan menghadirkan narasumber dari berbagai bidang. Selain praktisi industri olahraga, juga ada akademisi, peneliti dan pejabat Kementerian, Sekretaris Kabinet, BLU Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM dan BLU Lembaga Pengelola Modal dan Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP)

Leave A Reply

Your email address will not be published.