LPDUK dan PB TI Kerjasama Pengelolaan Dana Komersial Keolahragaan

0 260

Lpduk.id, Jakarta – Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahrgaaan (LPDUK) Kemenpora dan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) sepakat untuk bekerjasama dan bersinergi mengembangkan industri dan peningkatan prestasi olahraga tekwondo. Kerjasama mulai terbangun dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman tentang Mekanisme Penggalangan, Pengelolaaan Dana Komersial dan Pelaksanaan Event Kegiatan Olahraga Taekwondo oleh Plt. Direktur LPDUK Tri Winarno Bersama Sekretaris Jenderal PB TI, Tb. Indra Mulia Arie Zuhri, di Kantor LPDUK Jakarta, Selasa (1/3).

Nota Kesepahaman tersebut menjadi landasan kerjasama keduabelah pihak dalam melakukan kerjasama yang akan diatur secara teknis lewat Perjanjian Kerjasama. ‘’Dalam MoU ini kita bersepakat untuk bekerjasama dalam mengoptimalisasikan kegiatan Penggalangan, Pengelolaan Dana Komersial dan Pelaksanaan Kegiatan Event Keolahragaan, yang mana hal ini bertujuan untuk melaksanakan pembinaan, pengembangan, peningkatan kualitas atlet, dan peningkatan prestasi cabang olahraga Taekwondo di Indonesia,’’ kata Plt. Direktur LPDUK Tri Winarno.
Menurutnya, sesuai arahan Menpora, Sesmenpora dan Deputi di Kemenpora, program-program LPDUK harus bisa mendukung program prioritas Kemenpora di bidang keolahragaan. Yang menjadi isu saat ini adalah Perpres Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang didalamnya ada roadmap yang terkait dengan target-target prestasi cabang olahraga prioritas hingga level olimpiade. Kerjasama dengan PB Taekwondo Indonesia ini menjadi langkah strategis bagi LPDUK karena cabor Taekwondo ini adalah salah satu cabor prioritas yang masuk ke dalam Program Prioritas DBON.
Sekretaris Jenderal PB TI, Tb. Indra Mulia mengapresiasi gerak cepat LPDUK untuk mewujudkan kerjasama dengan PBTI, setelah belum lama ini melakukan diskusi penjajakan lewat zoom meeting. “Kami berharap Perjanjian Kerjasama Pengembangan Event juga dapat segera bisa ditandatangani oleh Ketua Umum PBTI langsung atau pejabat yang ditunjuk,” kata Indra Mulia.
Setelah melakukan penandatanganan MoU, LPDUK dan PB TI langsung membahas draft Perjanjian Kerjasama untuk Penggalangan dan Pengelolaan Dana Komersial dalam rangka penyelenggaraan kejuaraan lima wilayah katagori cadet dan junior di tahun 2022. Event tersebut merupakan program besar PB TI guna mencari atlet-atlet muda berbakat yang bisa diproyeksikan menjadi atlet andalan Nasional di masa mendatang.
“Taekwondo pernah meloloskan atlet ke beberapa Olimpiade seperti Olimpiade Seoul, Barcelona dan Sedney. Kita ingin mengulang kembali pencapaian prestasi itu dan bahkan bisa sampai meraih medali di Olimpiade,” jelas Indra Mulia.
Setelah menandatangani Nota Kesepahaman dengan PB TI, Direktur LPDUK juga menerima pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang terdiri dari Wakil Ketua Umum I PB IPSI , Ketua Binpres PB IPSI, dan Anggota Binpres PB IPSI yang juga membahas rencana kerjasama dengan LPDUK. Seperti halnyanya taekwondo, pencak silat juga merupakan satu dari 14 cabang olahraga prioritas dalam Program DBON.

Leave A Reply

Your email address will not be published.