Latar Belakang


Pesatnya perkembangan olahraga secara global, membuka peluang bagi perkembangan usaha keolahragaan. Namun, usaha keolahragaan di Indonesia belum dapat berkembang dengan baik, sehingga belum mampu untuk mendukung pendanaan olahraga nasional menuju kemandirian pendanaan menuju prestasi yang tinggi. Sejak tahun 2005, Pemerintah telah berupaya untuk mendukung olahraga nasional menuju kemandirian pendanaan, dengan ditetapkannya UU 3/2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18/2007 tentang Pendanaan Keolahragaan.

PP tersebut mengamanatkan pembentukan suatu lembaga (badan usaha) yang dapat mengelola dana keolahragaan. Dana yang dikumpulkan oleh lembaga tersebut bersumber dari berbagai usaha yang terkait dengan keolahragaan seperti, penyelengaraan event/pekan/festival olahraga, penjualan tiket, sponsorship, penjualan suvenir, transfer atlet, konsultasi, dan penyewaan sarana dan prasarana olahraga sebagaimana diatur dalam PP tersebut. Walaupun menyebutkan bahwa bentuk lembaga yang mendukung pendanaan keolahragaan tersebut adalah badan usaha dan bukan Badan Layanan Umum (BLU), secara karakteristik, lembaga yang tepat dalam mendukung pendanaan olahraga nasional sebagaimana diamanatkan dalam PP 18/2007 seharusnya tidak mengutamakan pencarian profit dan   lebih kental misi sosialnya dibandingkan misi bisnisnya, namun tetap akuntabel, transparan, dan berkinerja tinggi. Oleh sebab itu, maka bentuk BLU lebih tepat untuk mendukung amanat PP tersebut.

Pembentukan LPDUK, merupakan langkah awal dalam mewujudkan kemandirian pendanaan olahraga nasional yang juga dipicu oleh kebutuhan dalam penyelenggaraan Asian Games XVIII. Dalam jangka pendek, LPDUK ditujukan untuk mendukung pelaksanaan Asian Games XVIII. Dalam implementasinya, LPDUK akan bekerjasama dengan INASGOC (Indonesian Asian Games Organizing Committe), panitia pelaksana Asian Games XVIII. Status BLU INASGOC sangat diperlukan untuk mengelola PNBP yang timbul dari pelaksanaan event olahraga tersebut dan membelanjakannya untuk keperluan Asian Games XVIII. Selanjutnya dalam jangka panjang, layanan LPDUK dapat dikembangkan untuk mengelola usaha keolahragaan sebagaimana ditetapkan dalam PP 18/2007 tersebut.

Our Partner