Berita

Rio Haryanto Siap Dukung LPDUK Kembangkan Akademi Digital Motorsports Indonesia

27 February 2020 06:21 PM
Rio Haryanto Siap Dukung LPDUK Kembangkan Akademi Digital Motorsports Indonesia
Agus Mauro (kiri) dan Rio Haryanto

Jakarta – Pembalap nasional paling bersinar, Rio Haryanto siap mendukung dan berkolaborasi bersama Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) Kemenpora untuk mendirikan dan mengembangkan layanan Akademi Digital Motorsports Indonesia. Namun demikian, pembicaraan baru sebatas komunikasi informal dan belum ada kesepakatan tertentu mengenai bentuk kerja sama yang akan  dilakukan.

“Insya Allah (siap bantu—red) jika ada waktu yang cocok. Baru komunikasi informal saja, belum ada perjanjian apa-apa,” ujar Rio Haryanto saat dihubungi Kamis (27/2) terkait pertemuannya dengan Kepala Divisi Pendanaan dan Pengembangan Usaha Olahraga LPDUK, Agus Mauro di Jakarta.

Sebagai pembalap, Rio melihat bahwa keberadaan layanan fasilitas Digital Motorsports memang dibutuhkan dan sudah digunakan oleh para pembalap sebagai sarana pengenalan dan simulasi uji coba sirkuit, sebelum terjun ke arena balapan nyata.

Terkait ada tren saat ini Digital Motorsports juga sudah mulai marak kompetisinya, satu-satunya pembalap Indonesia yang pernah menjajal balapan F1 ini mengaku belum mengamati karena masih aktif sebagai pembalap profesional. Saat ini, selain mengurus usaha keluarga di Solo, Rio sedang ikut kompetisi balap Asian LeMans Series 2019/2020.

Seperti diketahui, tahun ini LPDUK sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kemenpora, akan mendirikan layanan usaha keolahragaan Akademi Digital Motorsports dan Esports. Kedua usaha keolahragaan tersebut akan menambah jenis usaha keolahragaan LPDUK setelah tahun 2019 mendirikan semacam klinik olahraga yang bernama Sentra Peningkatan Performa Olahraga Indonesia (SPPOI)-Eminence dan Akademi Bola Basket Indonesia (ABI).

Kepala Divisi Pendanaan dan Pengembangan Usaha Olahraga LPDUK, Agus Mauro mengatakan, Digital Motorsports Akademi menjadi bagian upaya mempopulerkan dan menunjang prasarana olahraga otomotif. Apalagi, Indonesia akan menjadi tuan rumah E-Prix (FIA Formula E) dan MotoGP Mandalika. “Saya sampaikan sama Rio, bahwa LPDUK Kemenpora mau mendukung kegiatan digital motorsport untuk mempopulerkan olahraga otomotif. LPDUK akan buat simulator yang akan membuat banyak orang merasakan experince membalap di sirkuit di Indonesia dan dunia melalui what a simulator. Dia siap mendukung dan berkolaborasi untuk kemajuan motosport di Indonesia,” kata Agus Mauro terkait pertemuannya dengan Rio Haryanto.

Akademi Digital Motorsports dibentuk LPDUK bekerja sama dengan Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI). Digital Motorsports salah satunya akan berfungsi menjadi tempat simulasi dan prasarana latihan bagi pembalap-pembalap nasional terutama pemula yang dibina IMI sebelum terjun ke balapan nyata. Peralatan Digital Motorsports yang berbasis teknologi, dirancang hampir sama rasa dan kondisinya dengan saat orang memacu mobil balap di sirkuit nyata, sehingga dinilai lebih efektif dan efisien untuk latihan balap.

Digital Motorsports juga bisa menjadi prasarana bagi pembalap-pembalap luar negeri sebelum tampil di ajang balap internasional yang digelar Indonesia. Di samping untuk simulasi pembalap, saat ini tren kompetisi Digital Motorsports juga sudah marak, sehingga ada potensi layanan usaha Akademi Digital Motorsports untuk menggelar event, pelatihan sekaligus tempat latihan bagi mereka yang hobi  berkompetisi dalam Digital Motor Sports.

Kepala Subdivisi Pendanaan Olahraga LPDUK, Rinto Ari Rakhmato menjelaskan, LPDUK dan PP IMI yang sudah menandatangani MoU yang intinya secara bersama-sama berusaha untuk memajukan cabang olahraga otomotif di Indonesia untuk prestasi nasional dan internasional. MoU tersebut sudah ditandatangani oleh Direktur LPDUK Agus Hardja Santana dan Ketua Umum PP IMI Sadikin Aksa.

“Akademi Digital Motorsports  yang sementara akan dibuka di Jakarta terlebih dahulu, menjadi project pertama antara PP IMI dan LPDUK. Apabila animo masyarakat tinggi dan bermanfaat untuk mencetak pembalap-pembalap handal  di Indonesia, maka akan kita dirikan di kota kota lain. Seperti Surabaya, Yogyakarta,  Bali, Makasar, dan seterusnya,” jelas Rinto.***

Leave a Comment

Our Partner