Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI akan menggelar seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya untuk posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga. Tidak hanya aparatur sipil negara (ASN), kalangan profesional pun dapat mengikuti seleksi terbuka ini.
Rangkaian seleksi ini akan berlangsung dalam delapan tahap. Dimulai dari tahapan pertama yaitu pengumuman secara detail perihal seleksi ini mulai 2 Februari 2026. Tahapan ini meliputi pengumuman persyaratan dan peraturan seleksi, yang akan disampaikan melalui laman resmi Kemenpora, tepatnya di https://kemenpora.go.id/pengumuman dan laman Badan Kepegawaian Negara (BKN) di https://asnkarier.bkn.go.id.
Tahapan kedua seleksi adalah pendaftaran online yang dibuka dari 3 Februari 2026 dan ditutup pada 17 Februari 2026. Pendaftaran secara daring ini dilakukan melalui laman BKN di https://asnkarier.bkn.go.id.
Tahapan ketiga yaitu seleksi administrasi akan dilakukan dalam rentang 18 sampai 23 Februari 2026, setelah pendaftaran online ditutup. Dalam tahapan ini berkas-berkas para pendaftar akan diseleksi secara ketat terkait pemenuhan syarat-syarat administrasi oleh sekretariat panitia seleksi.
Hasil seleksi ini lantas akan diumumkan pada tahapan keempat, yaitu pengumuman hasil seleksi administrasi pada 25 Februari 2026. Pengumuman nama-nama para pendaftar yang memenuhi administrasi ini akan dilakukan melalui laman resmi Kemenpora, tepatnya di https://kemenpora.go.id/pengumuman dan laman BKN di https://asnkarier.bkn.go.id.
Seusai diumumkan, para pendaftar yang lolos seleksi administrasi akan masuk ke tahapan kelima, yaitu seleksi kompetensi manajerial dan kompetensi sosial kultural. Seleksi ini berlangsung selama dua hari pada 3 dan 4 Maret 2026, bertempat di Kantor BKN Pusat Jakarta.
Tahapan berikutnya atau tahapan keenam yaitu penulisan makalah, dilakukan pada 10 Maret 2026. Dilanjutkan kemudian tahapan ketujuh yaitu presentasi dan wawancara dengan panitia seleksi yang diselenggarakan selama dua hari, 11 dan 12 Maret 2026. Presentasi ini dilakukan di hadapan penguji.
Hasil dari presentasi dan wawancara ini lalu diumumkan pada tahapan kedelapan sekaligus terakhir yaitu pengumuman hasil akhir, yang dilakukan pada tanggal 30 Maret 2026. Hasil akhir ini diumumkan melalui laman resmi Kemenpora, tepatnya di https://kemenpora.go.id/pengumuman dan laman BKN di https://asnkarier.bkn.go.id.
Menpora Erick Thohir menyebut seluruh proses seleksi ini dirancang untuk menjaring calon pimpinan terbaik. Yaitu Memiliki kompetensi manajerial, kemampuan teknis serta rekam jejak unggul dibidang pengembangan industri olahraga.
“Seleksi ini kami adakan secara transparan, terbuka, objektif dan selektif sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku sebagai komitmen Kemenpora menghadirkan kepemimpinan yang profesional, berintegritas dan mampu mendorong kemajuan industri olahraga nasional. Diharapkan Deputi yang terpilih nanti bisa memperkuat ekosistem industri olahraga dan meningkatkan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi berbasis olahraga,” jelas Menpora Erick.
Langkah Kemenpora melakukan Seleksi Terbuka mendapat tanggapan positif dari legenda Olimpiade bulutangkis Indonesia, Susi Susanti. “Menurut saya itu gebrakan yang dilakukan Menpora sangat bagus. Tentu kebijakan ini telah melalui beragam pertimbangan dan melihat kebutuhan saat ini, bagaimana potensi industri olahraga kita harus dimaksimalkan, produk yang dihasilkan juga berkualitas internasional dan berdaya saing tinggi. Sehingga diharapkan sosok dari kalangan profesional bisa menerapkan gagasannya untuk industri olahraga kita,” ujar Susi yang bersama suaminya, Alan Budikusuma juga menjadi pelaku industri olahraga dengan memproduksi aparel dan peralatan bulutangkis bernama Astec (Alan Susi Technology).
Susi berharap siapapun yang akan menduduki posisi sebagai Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora tersebut benar-benar paham, serta memiliki kompetensi dan pengalaman. “Semoga yang terpilih betul-betul paham dan yang punya pengalaman serta punya kompetensi. Agar dapat mendukung ekosistem industri olahraga nasional kedepannya,” harap Susi.








